Artikel Terbaru

Timnas U18 Membuat Jutaan Penggila Bola Patah Hati

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Myanmar, 15/09/2017

Suporter Timnas kembali di “PHP-in” oleh Timnas, setelah Timnas U23 yang tampil heroik harus kandas di semifinal sea Games, kali ini Timnas U18 yang mematahkan harapan pencinta bola tanah air.

Bagaimana tidak, Anak asuh Indra Sjahfri yang bermain tiki taka super cepat layak nya Timnas spanyol, dan di gadang gadang akan melenggang mulus ke Final, justru kandas dangan cara yang “tragis”. Berkali kali ciptakan peluang emas, barisan penyerang Indonesia seakan akan menemui tembok saat tinggal berhadapan dengan kiper Thailand.

Banyak pengamat dan praktisi sepakbola yang berpendapat bahwa Timnas layak untuk menang,

“Mereka telah berjuang maksimal. Sayang keberuntungan tidak berpihak kepada timnas U-19,” ujar Raja Isa, arsitek yang malang melintang di sejumlah klub Indonesia 

Raja Isa memang memprediksi Thailand akan melakukan berbagai cara untuk mengimbangi kualitas individu Indonesia. Termasuk pertandingan akan  berakhir lewat adu penalti.

“Sangat disayangkan reaksi yang  ditunjukkan Saddil Ramdani meski lawan yang melakukan pelanggaran lebih  dulu. Andai Timnas Indonesia U-19 tetap bermain lengkap mungkin hasil akhir pertandinhan bisa lain,”papar Raja.

Di mata Raja, kunci kemenangan Thailand ada pada kiper Kantaphat Manpati yang tampil prima untuk mementahkan berbagai peluang timnas.

 

Senada dengan pelatih berkebangsaan Malaysia tsb, 

Mantan pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman sangat menyayangkan sekaligus kecewa dengan kegagalan Timnas Indonesia U-19 menuju final Piala AFF U-18 2017. Padahal kata Djanur, anak asuh Indra Sjafri bermain sudah bagus dan memiliki banyak peluang ketimbang Thailand.

“Semua pasti sangat menyayangkan dan kecewa dengan hasil akhir pertandingan yang harus kalah lewat adu penalti. Padahal permainan sangat berimbang, bahkan kalau dari soal peluang untuk cetak gol, Indonesia lebih banyak,” ujar Djanur.

Tak hanya dari dalam negeri, pelatih Timnas Thailand pun memganggap Egy Maulana Vikri sebagai pemain yang istimewa, “Dia salah satu pemain terbaik di turnamen ini dan saya sempat berbincang dengannya. Saya mendoakannya memiliki masa depan yang cemerlang, dan kami respek dengannya karena sepak bola membutuhkan pemain seperti pemain bernomor 10 Indonesia,” tutur pelatih asal Spanyol itu.

Dan tentu nya selalu ada kambing hitam dalam setiap kegagalan, namun kali ini seperti nya semua setuju jika Saddil Ramdani adalah terdakwa dalam keputusan para penggila sepakbola.

 
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
IKLAN JADWAL PSGC BANNER
dodol
BJB 1
pancanaka
logo3
13479974_1100371913356845_2058352115_n

Like & Follow Kami!

Instagram

Sejarah PSGC

Jalan Panjang PSGC

MANAGER TIM  H.HERDIAT S
MANAGER TIM
H.HERDIAT S
SEPAK BOLA tak pernah kering dari perbincangan dan tak pernah surut dari perhatian,bahkan sepak bola seakan menjadi "magnet" besar bagi seluruh masyarakat diberbagai pelosok negeri. Di Brazil contohnya sepak bola seakan telah menjadi "agama" kedua bagi masyarakatnya,di daratan erofa sepak bola telah menjadi sebuah industri,industri sepak bola yang tak kalah menjanjikan dengan industri lainya. Berbicara kemajuan sepak bola diranah ibu pertiwi,khususnya di Kabupaten Ciamis,