Berita PSGC

Pasca Mundur nya Gatot Barnowo, Siapa yang layak Membesut PSGC.???

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

 

Ciamis, 22 April 2016

Pertengahan Pebruari lalu, manajemen PSGC secara mengejutkan menunjuk Gatot Barnowo menjadi Head Coach, pelatih kawakan yang sudah malang melintang di Divisi Utama ini memang bukan pelatih “kelas Satu”, meski prestasi nya tidak bisa dipandang sebelah mata. Tapi menjadi wajar jika publik sepakbola Ciamis terkejut, karena jauh sebelum nya, beberapa nama pelatih Top sudah banyak di gosipkan melamar ke Team yang ber home base di stadion Galuh ini.

Dengan bekal nama PSGC yang sedang naik daun, Gatot Barnowo nampak tak kesulitan menyusun team, beberapa pemain baru berdatangan. Bahkan seorang Eka Ramdani pun sempat dikabarkan akan mendarat di Ciamis. Selanjutnya proses pembentukan team pun berjalan mulus, kerangka team musim lalu plus tambahan bintang baru mulai dipadukan. Dan puncaknya adalah Laga Ujicoba Persahabatan Persib, Surabaya United, dan Tuan Rumah PSGC Ciamis yang digagas H.Herdiat, dimana PSGC menelan 2 x kekalahan. Bahkan Persib meluluhlantahkan Laskar Singacala dengan 5 gol.

Kontan, publik sepakbola Ciamis tak menerima dengan hasil tersebut, beberapa kelompok suporter bahkan berani menyerukan Manajemen untuk melakukan pembenahan. Tah hanya kekalahan, 2 gol bunuh diri yang bersarang adalah bukti betapa kordinasi lini belakang PSGC tidak berjalan dengan baik. Dan pertanyaan selanjutnya adalah mengapa bukan Irpan Tile yang mengawal gawang PSGC saat itu.

Rentetan tekanan akhirnya bermuara pada Mundur nya Gatot Barnowo, entah Mundur, Cuti, atau dipecat, yang jelas Sudah hampir 2 minggu Coach Hari Rafni Kotari turun Gunung untuk melatih PSGC.

Sudahlah, PSGC dan publik Sepakbola Ciamis harus menatap kedepan, apa yang terjadi, biarlah berlalu dan disimpan sebagai pembelajaran, selanjutnya kita harus menatap gelaran ISC B yang sudah didepan mata. Lantas apa yang harus dilalukan oleh manajemen??

Tak berselang lama, dikabarkan beberapa pelatih ISL dan Divisi Utama sudah mengajukan lamaran lisan kepada manajemen, dan disaat bersamaan nampak Pemain sudah terlanjur Mesra “bercinta” dengan Coach Hari Rafni dilapangan hijau. Pengalaman menunjuk Gatot Barnowo hendaknya menjadi catatan bagi manajemen, pengalaman Gatot tak menjadi garansi bagi kesuksesan PSGC, Atmosfir sepakbola “sunda” tentu berbeda dengan Atmosfir sepakbola “Jawa”, liat saja daftar Pelatih Asing yang gagal di Persib, itu sudah cukup menjadi “bukti” atas penting nya adaptasi dengan budaya lokal.

Jikapun harus menunjuk Pelatih baru, hendaknya Manajemen memilih pelatih yang tepat, jika hanya menunjuk pelatih “semenjana”, maka sepertinya Coach Heri Rafni masih lebih baik dipertahankan. Kecuali jika Manajemen berani “membayar mahal” jasa pelatih papan atas kelas ISL.

Apapun yang diputuskan oleh manajemen, sudah sepantas nya seluruh elemen Sepakbola Ciamis mendukung nya. Suporter harus belajar menghargai kerja keras Manajemen dan pemain meski suporter juga punya hak untuk memberi masukan.

Pada bait terakhir, penulis memberi dukungan penuh kepada Coach Heri rafni untuk terus membimbing para pemain. Kami percaya dengan kemampuan teknis, teknik dan motivasi yang dimiliki oleh Coach Heri Rafni. Pembawaan nya yang “kekinian”, kedekatan nya dengan pemain bahkan suporter sudah tidak bisa dibantah lagi. Gaya bahasa yang lugas membuat penyampaian strategi menjadi lebih mudah dimengerti oleh pemain, dan Wibawa yang dimiliki mampu membuat seluruh team satu komando. H.Herdiat sebagai manajer tak perlu ragu untuk mengambil keputusan, saya, kami dan seluruh insan bola Ciamis siap mendukung apapun Pilihan yang diambil oleh Manajemen.

Bravo PSGC

(Mas Ahim – MG Media)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
IKLAN JADWAL PSGC BANNER
dodol
BJB 1
pancanaka
logo3
13479974_1100371913356845_2058352115_n

Like & Follow Kami!

Instagram

Sejarah PSGC

Jalan Panjang PSGC

MANAGER TIM  H.HERDIAT S
MANAGER TIM
H.HERDIAT S
SEPAK BOLA tak pernah kering dari perbincangan dan tak pernah surut dari perhatian,bahkan sepak bola seakan menjadi "magnet" besar bagi seluruh masyarakat diberbagai pelosok negeri. Di Brazil contohnya sepak bola seakan telah menjadi "agama" kedua bagi masyarakatnya,di daratan erofa sepak bola telah menjadi sebuah industri,industri sepak bola yang tak kalah menjanjikan dengan industri lainya. Berbicara kemajuan sepak bola diranah ibu pertiwi,khususnya di Kabupaten Ciamis,