Artikel Terbaru

Liga 3 Bukan Tempat mu, PSGC CIAMIS..!

FB_IMG_1506852066047

Bumi Galuh, 07/10/2017

Babak Play Off tinggal menghitung hari, beban berat untuk bertahan di Play Off berada dipundak seluruh Team Peserta Play Off, seperti prediksi sebelum nya bahwa Play Off akan jauh lebih seru, bukan mengejar tittle juara atau jatah promosi, tetapi untuk saling “membunuh” agar tidak turun kasta. Gengsi dan harga diri selain akan membuat setiap laga akan seperti final, juga akan membuat setiap laga akan rentan masalah. Permaianan tak hanya di dalam lapangan, hal hal non teknis juga harus menjadi perhatian.

Lalu untuk memperkecil faktor non teknis ini, pilihan terbaik hanyalah bagaimana cara nya kita bisa unggul lebih jauh dari sisi teknis, semakin berkualitas dalam segi teknis niscaya faktor foktor non teknis akan lebih kecil dampak nya.

Sorotan mulai terfokus pada PSGC, Team yang di gadang gadang masuk jajaran 16 Team terbaik Liga 2 ini justru harus finish di peringkat 4. Keraguan dan ketakutan seluruh element suporter dan masyarakat sepakbola Ciamis semakin menjadi pasca Ujicoba di Karawang, apapun alasan nya, kalah 5 gol dari Team yg notabene satu level adalah aib, sekalipun itu uji coba.

Alih alih ingin membalas dan mengembalikan kepercayaan warga Ciamis, laga Ujicoba kedua melawan Team yang sama justru malah menambah kegelisahan suporter, hasil akhir memang menang, tapi kemenangan ini tidak diraih dengan cara yang meyakinkan, Persika Karawang yang (tampil biasa biasa saja) mampu merepotkan PSGC sepanjang laga.

Manager PSGC, H. Herdiat (yang nampak lelah dan kurang fit) berkali kali menunjukkan ekspresi kecewa dari podium VIP Stadion Galuh. Pasca laga sang manajer tak turun ke lapangan dan bertahan podium ditemani crew PSGC.CO.ID, tak banyak yang beliau katakan, hanya pukulan kecil di lengan admin dan gelengan kepala. 

Pasca laga, kondisi semakin rumit karena tekanan dan kritikan suporter makin tinggi, mulai dari sekedar dukungan sampai tuntutan evaluasi dari suporter, tekanan ini adalah bukti bahwa PSGC Semakin di cintai. Adapun pemilihan kalimat dan bahasa yang di gunakan oleh para suporter yang beragam adalah serba serbi medsos yang harus disikapi dengan bijak. Disadari atau tidak, Pemain, pelatih, sampai manajemen sudah menjadi public figur di Tatar Galuh, segala bentuk reaksi atas kritik akan jauh lebih menjadi sorotan dibanding kritikan yang terlontar.

Manajer sendiri sangat menyadari kondisi yang ada, selain mengucapkan terimakasih atas kritikan yang terlontar, juga sangat berharap tekanan ini akan memacu adrenalin seluruh punggawa PSGC untuk semakin mengoptimalkan semua potensi yang ada agar menjadi sebuah kekuatan demi meraih target menjadi juara grup di babak play off. 

PSGC bisa berada di kasta kedua Liga Indonesia tidak di dapat dengan mudah, melalu pengorbanan yang tak kecil, tenaga, materi, dan waktu yang tersita akan menjadi sia sia jika PSGC sampai turun kasta, dan yang jauh lebih penting untuk diingat adalah bahwa tak mudah untuk kembali PROMOSI setelah terDEGRADASI..

Kritikan sudah sampai dan Saat nya kembali menyatukan semangat. Saling mendukung dan terus berdoa demi sang kebanggaan.

Liga 3 bukan tempat mu..!!

Tentang Penulis

Mas AHim

Loyalitas tanpa batas, fanatisme tanpa sinisme.

1 Komentar

Klik disini untuk menulis komentar

Leave a Reply to andi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[layerslider id="1"]

Like & Follow Kami!

Instagram